Jumat, 30 November 2018

Tugas 3 Ilmu Sosial Dasar

Contoh 4 Faktor Pada Masalah Sosial

“Kisah Fikhri Anak Yang Putus Sekolah Karena Faktor Ekonomi”


Kala anak sebayanya tengah duduk manis di bangku sekolah untuk menuntut ilmu, Fikhri Ramadan (13) justru berada di area parkir Mal Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat. Bocah itu mengatakan tak ingin lagi melanjutkan sekolah lantaran dirinya sempat tinggal kelas saat duduk di kelas 5 SD. "Saya dulu sekolah di SDN 20 Cengkareng, tapi nilai saya jelek dan tidak ada biaya lagi untuk lanjut sekolah. Saya malu, lalu bilang ke Bapak, Ibu enggak mau lanjut sekolah dan diizinkan," kisahnya. Fikhri mengaku kini sangat ingin melanjutkan sekolah. "Tapi uang saya belum cukup. Uang hasil jualan juga masih buat bantu-bantu Bapak Ibu. Saya pengen banget ikut paket C kayak teman saya," ungka dia. Ia mengatakan, saat ini tinggal di sebuah rumah kontrakan di Cengkareng bersama Bapak, Ibu dan tiga saudaranya. "Bapak saya cuma tukang jualan batu akik di Pasar Susun, abang pertama saya jadi cleaning service, abang kedua masih sekolah kelas 3 SMP, terus masih punya adik umur 2 tahun. Ibu saya enggak kerja," kata dia. Berjualan Empek-empek Fikhri telah berjualan empek-empek selama dua tahun. "Saya ambil dagangan dari bos empek-empek di deket rumah saya," ucapnya. Awalnya Fikhri menjajakan dagangannya di kawasan Taman Palem Patung Kuda, Cengkareng, Jakarta Barat. Karena sepi pembeli, ia memutuskan pindah di kawasan Mal Taman Palem. "Saya jualan dari jam 9, nanti jam setengah 12 saya ambil dagangan lagi, terus lanjut jualan sampai jam 5 sore," ujarnya. Untuk menuju tempat berdagang, ia diantarkan ayahnya yang bernama Agus Setiawan. "Bapak antar, terus jemput setiap jam setengah 12 buat ambil dagangan lagi. Pagi saya ambil 25 empek-empek, siangnya ambil 34 lagi," beber dia.



“Faktor Biologis Terhadap Kasus Kekerasan Dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak-Anak”
Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak terjadi di Surabaya. Hery Dri Handoko (52) tega mencabuli 8 anak perempuan yang masih tetangganya sendiri. Warga Banyu Urip Lor Sawahan, Surabaya, ini mencabuli anak berusia 7-8 tahun sudah sejak 2015 lalu. Aksi bejat Hery baru terbongkar setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya mendapat laporan dari orangtua korban.
Faktor biologis yang biasa anak alami pada saat mendapatkan kekerasan dan pelecehan seksual yaitu sebagi berikut :
1. Depresi
Gangguan mood yang terjadi ketika perasaan yang diasosiasikan dengan kesedihan dan keputusasaan terus terjadi berkelanjutan untuk jangka waktu yang lama hingga mengganggu pola pikir sehat.
2. Disosiasi
Disosiasi adalah salah satu dari banyak mekanisme pertahanan yang digunakan otak untuk mengatasi trauma kekerasan seksual. Banyak pakar percaya bahwa disosiasi ada pada sebuah spektrum.
4. Hypoactive sexual desire disorder
Kondisi medis yang menandakan hasrat seksual rendah. Kondisi ini juga umum disebut apatisme seksual atau keengganan seksual.
5. Dyspareunia
Dyspareunia adalah nyeri yang dirasakan selama atau setelah berhubungan seksual. Kondisi ini dapat menyerang pria, namun lebih sering ditemukan pada wanita.



“Faktor Sosiologis Siswa Sekolah Terhadap Kasus Bullying Kepada Gurunya di Kendal”
Guru mata pelajaran Gambar Teknik Otomotif SMK NU 03 Kaliwungu Kendal itu sudah bertemu dengan wali murid yang bersangkutan. Selain itu dia juga didatangi Bupati Kendal, Mirna Anissa dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Joko memang sudah tidak mau berbicara banyak soal peristiwa itu.
Faktor Sikologis yang terjadi kepada siswa tersebut diantaranya :
·         Pola asuh orang tua
Pola asuh orang tua atau kondisi keluarga yang tidak komunikatif dapat menjadi pemicu tindakanbullying. Remaja mengalami masa perubahan yang tidak mudah. Perubahan dari anak-anak menjadi dewasa merupakan kondisi yang tidak nyaman bagi mereka dengan begitu banyaknya perubahan fisik yang mereka alami.
·           Lingkungan
Lingkungan menjadi faktor yang paling berperan. Jika remaja hidup dalam lingkungan yang banyak memberikan contoh negatif, seperti ketika ada seseorang yang dibully dibiarkan, ditonton, atau bahkan disoraki, dapat membuat perilaku ini menguat dan berulang.


“Contoh Pengaruh Kebuadayaan Terhadap Perilaku Konsumen”
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat, oleh karena itu kebudayaan juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Ada beberapa contoh yang menunjukkan bahwa kebudayaan mempengaruhi masyarakat dalam mengkonsumsi barang atau jasa, antara lain :
·      Hari Raya
Budaya hari raya merupakan hal yang selalu terjadi setiap tahunnya. Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki 5 agama dalam satu negara,saat hari raya besar yang berasal dari 5 agama berlangsung akan sangat mempengaruhi konsumsi masyarakat. Seperti hari raya Idul fitri atau lebaran,budaya yang telah tertanam dalam masyrakat Indonesia sejak dulu adalah menyediakan ketupat dan opor ayam,kedua makanan ini merupakan makanan yang dianggap wajib dalam memeriahkan idul Fitri. Dengan budaya yang seperti ini pembelian dan konsumsi ayam dan beras akan sangat meningkat sehingga sangat menguntungkan bagi para pedagang,begitu pula saat natal tiba pembelian pernak-pernik natal akan meningkat tajam.
·      Pernikahan
Pernikahan di Indonesia merupakan hal yang dianggap sakral dan penting,bagi masyarakat Indonesia pernikahan harus diadakan sesuai kebudayaan yang dimiliki masing-masing masyarakat. Dengan adanya pernikahan maka pembelian barang-barang yang berhubungan dengan pernikahan itu pun meningkat. Dan perlu diingat bahwa kebudayaan-kebudayaan di Indonesia merupakan kebudayaan yang dapat dibilang “rumit”,sehingga hal ini dapat meningkat konsumsi seseorang.
·      Kebudayaan Luar
Dijaman globalisasi ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa banyak kebudayaan-kebudayaan luar yang masuk ke Indonesia yang dapat mempengaruhi pandangan masayrakat dan hal ini juga dapat membuat seseorang menjadi lebih konsumtif. Sebagai contoh kebudayaan luar yang masuk ke Indonesia baru-baru ini adalah kebudayaan korea. Masayarakat Indonesia sekarang sedang mengandrungi artis-artis korea dari boyband/girlband sampai aktor/aktrisnya. Dengan dia mengidolakan artia yang berasal dari negara gingseng tersebut membuat seseorang akan selalu berusaha membeli apapun yang berhubungan dengan artis tersebut,seperti  pakaian maupun pernak-pernik yang sama yang digunakan artis tersebut. Dan hal ini akan meningkatkan sifat konsumtif seseorang.


Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4297091/viral-guru-di-bully-murid-muridnya-di-kendal-ini-kata-kepsek
https://dianpurnamasari1004.wordpress.com/2013/01/06/contoh-pengaruh-kebuadayaan-terhadap-perilaku-konsumen/

Rabu, 14 November 2018

Inovasi Sistem Informasi Tugas Ke-3

Tugas Softskill Inovasi SI & Teknologi Inf. Modern Ke-3

1.  Jelaskan & berikan contoh aplikasi yang digunakan untuk teknologi web 1.0, web 2.0, dan web 3.0.
· Web 1.0 adalah website yang digunakan untuk pertama kalinya, dimana seluruh dunia yang dibuat dan ditampilkan didalamnya serta design dari web tersebut itu semuanya ditentukan oleh admin, hingga sedikit terasa agak monoton. Dikarenakan sifat dari Web 1.0 adalah read, maka ketika ada seseorang yang akan menambahkan atau memberikan komentar, seseorang tersebut harus menghubungi admin yang bersangkutan. Contoh Web 1.0 : Liputan6.com
· Web 2.0 adalah berkembangan dari Web 1.0, tetapi Web 2.0 dirancang untuk mengakses informasi dengan interaksi dua arah. Sifat web 2.0 adalah Write-Read, yang dirancang untuk tujuan dan kebutuhan jejaringan sosial dengan tampilan dinamis agar mempermudah penggunaan. Karena interaksinya yang bersifat dua arah, maka pelakuknya bukan lagi orang perusahaan yang mempunyai web, tetapi pengguna yang juga merupakan sumber dari web yang mereka gunakan. Contoh Web 2.0 : www.facebook.com , www.twitter.com .
·   Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan halaman-halaman web. Keunikan dari web 3.0 adalah konsep dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu persatu dalam situs-situs web. Contoh Web 3.0 : Menonton tv diponsel, sinkronisasi file-file di komputer sehingga bisa diakses dimana saja, dapat mengirim sms melalui komputer.
2.  Jelaskan dan berikan contoh, tentang apa yang anda ketahui tentang virtual reality dan augmented reality.
·  Virtual Reality merupakan teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan komputer.
Contoh Virtual Reality : hiburan game yaitu The Sims dan Haunted the horror experience.
· Augmented Reality merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.
Contoh Augmented Reality : Google Sky Map, Inkuiter
Google Sky Map

Inkuiter

3.  Gambarkan dan beripenjelasan tentang siklus pengembangan sistem inovasi si modern
Gambaran tentang siklus pengembangan sistem inovasi sistem informasi modern

1. Tahap Perencanaan
Tahap ini merupakan suatu rangkaian kegiatan sejak ide pertama yang melatarbelakangi pelaksanaan pengembangan sistem tersebut dilontarkan. Dalam tahap perencanaan pengembangan sistem harus mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan merencanakan proyek-proyek besar lainnya, seperti perencanaan pengadaan perangkat jaringan teknologi informasi (TI), rencana membangun gedung kantor 15 tingkat.
2. Tahap Analisis
Ada dua aspek yang menjadi fokus tahap ini, yaitu aspek bisnis atau manajemen dan aspek teknologi. Analisis aspek bisnis mempelajari karakteristik organisasi yang bersangkutan. Tujuan dilakukannya langkah ini adalah untuk mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi yang paling sesuai dan relevan di organisasi dan mempelajari fungsi-fungsi manajemen dan aspek-aspek bisnis terkait yang akan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain, konstruksi, dan implementasi.
3. Tahap Perancangan (Desain)
Pada tahap ini, tim teknologi informasi bekerja sama dengan tim bisnis atau manajemen melakukan perancangan komponen-komponen sistem terkait. Tim teknologi informasi akan melakukan perancangan teknis dari teknologi informasi yang akan dibangun, seperti sistem basis data, jaringan komputer, teknik koversi data, metode migrasi sistem, dan sebagainya.
Sementara itu, secara paralel dan bersama-sama tim bisnis atau manajemen, dan tim teknologi informasi akan melakukan perancangan terhadap komponen-komponen organisasi yang terkait.
4. Tahap Pembangunan Fisik/Konstruksi
Berdasarkan desain yang telah dibuat, konstruksi atau pengembangan sistem yang sesungguhnya (secara fisik) dibangun. Tim teknis merupakan tulang punggung pelaksanaan tahap ini, mengingat semua hal yang bersifat konseptual harus diwujudkan dalam suatu konstruksi teknologi informasi dalam skala yang lebih detail. Dari semua tahapan yang ada, tahap konstruksi inilah yang biasanya paling banyak melihatkan sumber daya terbesar, terutama dalam hal penggunaan SDM, biaya, dan waktu. Pengendalian terhadap manajemen proyek pada tahap konstruksi harus diperketat agar penggunaan sumber daya dapat efektif dan efisien. Bagaimanapun, hal ini akan berdampak terhadap keberhasilan proyek sistem informasi yang diselesaikan secara tepat waktu. Akhir dari tahap konstruksi biasanya berupa uji coba atas sistem informasi yang baru dikembangkan.
5. Tahap Implementasi
Tahap implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertarna kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam organisasi. Ada berbagai pendekatan untuk implementasi sistem yang baru didesain
6. Tahap Pasca Implementasi
Pengembangan sistem informasi biasanya diakhiri setelah tahap implementasi dilakukan. Namun, ada satu tahapan lagi yang harus dijaga dan diperhatikan oleh manajemen, yaitu tahap pasca implementasi. Kegiatan yang dilakukan di tahap pasca implementasi adalah bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola. Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami perkembangan di kemudian hari. Hal-hal seperti modifikasi sistem, berpedoman ke sistem lain, perubahan hak akses sistem, penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak, merupakan contoh dari kasus-kasus yang biasanya timbul dalam pemeliharaan sistem. Disinilah diperlukan dokumentasi yang memadai dan pemindahan pengetahuan dari pihak penyusun sistem ke pengguna untuk menjamin terkelolanya dengan baik proses-proses pemeliharaan sistem. Dari perspektif manajemen, tahap pasca-implementasi adalah berupa suatu aktivitas di mana harus ada personil atau divisi yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi terhadap sistem informasi sejalan dengan perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis.

Sumber : http://loissihiteproject.blogspot.com/2012/11/mengenal-perbedaan-antara-web-10-web-20.html

Kamis, 08 November 2018

Audit Teknologi Sistem Informasi "Chapter 10"


Nama : Jamila Larasati
NPM : 1B117072
Kelas : 5KA44

Di sini saya akan mendiskripsikan buku yang sudah selesai saya baca, yaitu buku IT, Audit, Control And Security. Saya membaca Bab 10, tentang Selecting, Testing And Audit Applications.
            Pada buku itu menjelaskan bahwa IT Aplikasi itu merupakan alat yang membawa nilai untuk sistem komputer. Dijelaskan bahwa aplikasi it ini relatif sederhana sampai dengan yang sangat kompleks. Dibuku itu juga menjelaskan bahwa it yang sedang berkembang dan dipesan oleh vendor pada saat ini yaitu berbasis web, kemudian ada juga yang spreadsheet atau dekstop database. Dijelaskan juga 3 komponen dasar sistem dekstop, yaitu input sistem, program yang digunakan untuk memproses, dan output sistem. Dijelaskan juga Auditor TI yang meninjau masukkan aplikasi kontrol harus selalu mencari elemen kontrol, yang harus ditemukan. Kemudian juga ada Input File dan Database, Database sistem komputer ini adalah metode pengorganisasian data dalam format sedemikian rupa, sehingga elemen penting sangat berhubungan satu dengan yang lainnya. Kebanyakan perusahaan menggunakan sistem database hirarki.
            Program, aplikasi-aplikasi diproses melalui serangkaian program komputer mesin. Dijelaskan program komputer itu merupakan seperangkat instruksi yang mencakup setiap detail suatu proses. Arsitektur program komputer yang sering dikembangkan yaitu COBOL. Kemudian ini menjadi keuntungan bagi programmer, karenabanyak perusahaan yang membeli paket perangkat lunak itu. Perangkat Lunak yang Disediakan Vendor, saat ini sebagian besar aplikasi IT dipasok oleh vendor, vendor akan menyediakan elemen sistem dasar, berbasis web, dan fungsi pengembangan TI. Didalam buku itu juga menceritakan tentang Komponen Aplikasi IT Output, kemudia ada juga mengenai Memilih Aplikasi Untuk Tinjauan Audit TI, digunakan cara untuk meninjau aplikasi sesaat setelah implementasi sistem yang sebenarnya. Selanjutnya melakukan kontrol pengendalian aplikasi, kemudian melakukan review walk-through aplikasi. Kemudian diberitahu juga strategi Peninjauan Auditor TI tergantung pada :
1. Aplikasi utamanya menggunakan komponen perangkat lunak yang ibeli tau dikembangkan dirumah.
2.    Aplikasi terintegrasi dengan orang lain atau merupakan proses yang terpisah.
3.    Menggunakan penyedia layanan berbasis Web, klien-server.
4.    Kontrolnya sebagian besar otomatis atau memerlukan tindakan intervensi manusia yang luas.
Selanjutnya juga ada Clarifying dan pengujian tujuan pengendalian Audit, bagian ini membahas tentang pentingnya menetapkan tujuan sebagai bagian dari tinjauan aplikasi-jenis kontrol it,  diberitahukan juga bahwa it auditor telah membuat kustom membangun pendekatan review dengan pertimbangan yang diberikan kepada isu-isu ini: tes aplikasi input dan output, Uji transaksi evaluasi, pendekatan lain aplikasi Tinjauan teknik. Jadi dalam chapter ini membahas mengenai memilih, menguji, dan meng-audit aplikasi, sesuai dengan yang sudah saya deskripsikan yang diambil dari buku tersebut.



Sabtu, 03 November 2018

Peng. Teknologi Sistem Cerdas Tugas-2


Berikut merupakan contoh aplikasi sistem pakar di bidang Kesehatan :
Di dunia kedokteran, sudah banyak bermunculan aplikasi sistem pakar. Sistem pakar ini mampu mendiagnosis berbagai jenis penyakit pada manusia, baik penyakit mata, THT (telinga, hidung, tenggorokan), mulut, organ dalam (jantung, hati, ginjal), maupun AIDS (Hamdani, 2010). Aplikasi sistem pakar dalam bidang kedokteran yang dibuat dengan proses penelusuran maju (forward chaining) mampu mengenali jenis penyakit pada manusia, terutama jenis penyakit mata. Aplikasi sistem pakar ini dapat menjadi sarana untuk menyimpan pengetahuan tentang penyakit terutama yang berkenaan dengan jenis penyakit mata dari para pakar atau ahlinya. Pada aplikasi sistem pakar umumnya user akan diminta untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan gejala yang dirasakan. Dalam aplikasi ini, user menjawab dengan ya atau tidak. Setelah menjawab beberapa pertanyaan, maka aplikasi akan menghasilkan kesimpulan mengenai jenis penyakit mata yang diderita user. Pada aplikasi sistem pakar lainnya, tidak jarang juga sudah memberikan solusi atau cara penanganan terhadap jenis penyakit yang diderita tersebut.

Tanggapan tentang Aplikasi tersebut :
Dengan adanya sistem pakar itu dalam dunia kedokteran sangat bagus, karena dapat membantu orang awam supaya mampu mendeteksi adanya penyakit pada dirinya berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan oleh orang tersebut dengan menjawab pertanyaan pada aplikasi seperti halnya konsultasi ke dokter. Sistem pakar ini juga  mampu membantu pasien maupun dokter dalam menyediakan sistem pendukung keputusan dan saran dari pakar.

Ilmu Sosial Dasar Tugas-2


1.    Bagaimana sariwangi bisa bangkrut?
Produsen teh PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi A.E.A) dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (Indorub), akhirnya dinyatakan pailit oleh pengadilan setelah terjerat utang maha besar.
Sengketa utang-piutang Sariwangi dan Indorub dimulai ketika proses PKPU keduanya berakhir damai pada 9 Oktober 2015. Sariwangi memiliki tagihan senilai Rp1,05 triliun, sedangkan Indorub punya tagihan sebesar Rp35,71 miliar. Mengutip salinan putusan pengadilan, restrukturisasi utang pokok Sariwangi dan Indorub baru akan dibayar setelah waktu tenggang atau grace period selama enam tahun pasca-homologasi. Sedangkan utang bunga harus langsung dibayar per bulan, selama delapan tahun pascahomologasi. Rinciannya, utang bunga denominasi dolar AS sebesar 2 persen dan utang bunga mata uang rupiah sebesar 4,75 persen selama dua tahun pertama. Untuk tahun ketiga dan keempat, dikenakan utang bunga sebesar 3 persen untuk dolar AS dan sebesar 5,5 persen untuk mata uang rupiah.
Beban bunga sebesar 4 persen dan 6,5 persen masing-masing dibebankan untuk utang valas dan rupiah di tahun kelima dan keenam. Sedangkan tahun ketujuh dan kedelapan, Sariwangi dan Indorub dibebankan membayar utang bunga sebesar masing-masing 5 persen dan 7,5 persen untuk denominasi dolar AS dan mata uang garuda. Kewajiban senilai $416 ribu dan $42 ribu milik Sariwangi dan Indorub, hanyalah baru utang bunga pada tahun pertama terhadap ICBC. Tagihan utang bunga ini seharusnya dicicil tiap bulan pasca-homologasi. Namun, dalam perjanjian perdamaian sekaligus juga disepakati bahwa pembayaran dapat ditangguhkan selama 12 bulan dan bisa dilunasi pada 9 Oktober 2016. Namun, Sariwangi maupun Indorub tidak pernah melakukan pembayaran utang bunga bahkan sampai dengan tahun berikutnya yaitu 9 Oktober 2017. Pembayaran baru dilakukan pada Desember 2017 sebesar Rp500 juta dan berlangsung secara berkala sampai dengan Agustus 2018. Ini pun hanya datang dari pihak Indorub, tanpa ada kepatuhan dari Sariwangi.

2.  Apa hubungan sariwangi dan uniliver?
            PT Unilever Indonesia Tbk selaku pemegang merek atau brand teh Sariwangi memberikan penegasan bahwa produknya ini tetap berproduksi meski produsen teh, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dinyatakan pailit oleh PN Niaga Jakarta Pusat.
Head of Corporate Communications Unilever Indonesia Maria D Dwianto menjelaskan, Unilever Indonesia telah mengakuisisi atau membeli brand teh celup Sariwangi dari perusahaan bernama PT Sariwangi Agricultural Estate Agency.
"Jadi saya ceritakan hubungan Unilever, teh Sariwangi dengan PT Sariwangi Agricultural Jadi pada 1989, (produsen teh Sariwangi) jual brandnya itu ke Unilever Indonesia. Tapi mereka kemudian meminta izin untuk tetap memakai nama PT Sariwangi," tuturnya kepada Okezone, Kamis (18/10/2018). Dia melanjutkan, walaupun brand sudah dijual, PT Sariwangi Agricultural kemudian menjadi mitra kerja Unilever. Di mana perusahaan ini tetap memproduksi beberapa varian Sariwangi.
"Jadi walaupun brand sudah dibeli, PT Sariwangi itu menjadi mitra atau rekan bisnis kita yang melakukan produksi," tuturnya. Seiring berjalannya waktu, kemitraan Unilever dengan PT Sariwangi Agricultural pun berakhir. Maria menegaskan, bahwa kontrak ini disudahi sebelum produsen teh Sariwangi ini dinyatakan pailit oleh PN Niaga Jakarta Pusat.

3.    Bagaimana peran unilever terhadap sariwangi?
  PT Sariwangi itu menjadi mitra atau rekan bisnis uniliver Teh Sariwangi tetap ada karena milik Unilever. Karena informasi untuk menghormati semua pihak, kami tidak bisa bicara detail kapan kerjasamanya berakhir. Jadi rahasia. Tapi yang jelas itu terjadi sebelum putusan pengadilan, di mana kami sudah tidak bermitra lagi.

4.    Bagaimana kondisi sariwangi terhadap produknya?
Unilever sebagai perusahaan yang telah mengakuisisi nama produk pun menjelaskan bahwa produk SariWangi akan tetap beredar. Unilever menjelaskan bahwa perusahaan tersebut akan tetap memproduksi teh SariWangi dan tidak terpengaruh atas PT SAEA yang dinyatakan pailit. Berkaitan dengan berita yang beredar mengenai salah satu brand kami yaitu SariWangi, Unilever sebagai pemilik brand ingin menyampaikan: Unilever tetap memproduksi SariWangi, sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh SariWangi. Lebih jauh, Unilever Indonesia menjelaskan bahwa PT. Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT. Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW) bukanlah bagian dari PT. Unilever Indonesia Tbk. Sementara mengenai PT. Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT. Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW), keduanya bukan merupakan bagian ataupun anak dari PT. Unilever Indonesia Tbk. Dua perusahaan yang kini dinyatakan pailit tersebut memang pernah menjalin kerjasama dengan PT. Unilever Indonesia Tbk. 
Namun kini sudah tak ada kerjasama dalam bentuk apapun lagi dan nama produk sudah diakuisisi.  Pendeknya, PT. SAEA bukanlah produsen dari teh SariWangi yang masih akan tetap beredar di pasaran.  Sehingga pailitnya perusahaan tersebut tidak mempengaruhi produksi teh merek SariWangi. Produksi teh SariWangi akan menjadi tanggungjawab dari Unilever Indonesia sebagai pemilik dari merek dagang tersebut. Dalam kata lain, yang bankrut bukanlah merek teh SariWangi, namun PT. SAEA yang pernah memasok komoditas daun teh untuk teh SariWangi yang merek dagangnya sudah menjadi milik Unilever Indonesia. Pihak Unilever Indonesia pun mengajak agar masyarakat terus mengonsumsi teh SariWangi bersama keluarga. 

Refrensi :





Metode Penelitian Deskriptif

Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan, menjelaskan dan memvalidasi fenomena sosial yang menjadi objek penelitian. Metode penelitian deskriptif merupakan penelitian naratif yang digunakan dalam desain riset kualitatif atau kualitatif. Postingan ini akan membahas secara ringkas tentang metode penelitian deskriptif disertai contohnya. Dengan contoh berupa rumusan masalah yang disebutkan, diharapkan pembaca dapat memahami secara cepat dan tepat tentang apa itu metode penelitian deskriptif.
Pengertian metode penelitian deskriptif
Definisi sederhana yang sering disampaikan adalah metode penelitian yang proses pengumpulan datanya memungkinkan peneliti untuk menghasilkan deskripsi tentang fenomena sosial yang diteliti. Melalui data deskriptif, peneliti mampu mengidentifikasi mengapa, apa dan bagaimana fenomena sosial terjadi. Sebagaimana yang sudah diungkap diawal, tujuan utama metode penelitian deskriptif ada tiga: mendeskripsikan, menjelaskan, dan memvalidasi temuan penelitian. Peneliti mencapai tujuan tersebut setelah mendeskripsikan karakteristik atau perilaku individu atau kelompok sosial yang diteliti. Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak mempunyai kontrol terhadap variabel tertentu untuk menjelaskan fenomena sosial. Kontrol terhadap variabel berada di tangan subjek penelitian atau partisipan.
Meskipun metode penelitian deskriptif memungkinkan untuk melibatkan berbagai variabel, hanya satu variabel saja yang bisa digunakan untuk menjelaskan. Misalnya, penelitian tentang motivasi perilaku selfie di Instagram. Peneliti bisa merancang banyak variabel, tapi hanya bisa menggunakan satu saja, yaitu motivasi perilaku selfie.
Apa saja keuntungan dan kerugian penelitian deskriptif?
Keuntungan Penelitian Deskriptif
·  Metode riset deskriptif mampu menganalisis isu atau topik yang sulit atau tidak bisa diukur secara numerik.
·  Metode riset deskriptif mampu melakukan pengamatan dalam setting sosial yang natural dan apa adanya.
· Metode riset deskriptif memiliki potensi untuk mengombinasikan penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Kekurangan Penelitian Deskriptif
·     Metode riset deskriptif tidak bisa signifikansi temuan penelitian secara statistik.
·     Metode riset deskriptif rentan terhadap bias karena kental nuansa opini subjektif.
·     Metode riset deskriptif sulit diverifikasi ulang karena sifatnya yang observasional dan kontekstual.
Contoh Metode Penelitian Deskriptif
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, contoh penelitian deskriptifminimal dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan diri atau self-report, studi perkembangan, studi kelanjutan (follow-up study), dan studi sosiometrik.
Contoh Metode Penelitian Deskriptif #1 : Penelitian Laporan Diri (Self-Report Research). Dalam kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai peneliti.
Dalam penelitian self-report ini peneliti dianjurkan menggunakan teknik observasi secara langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatannya dalam situasi yang alami. Tujuan observasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan. Contoh Penelitian Deskriptif Menggunakan Self-Report. Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah. Studi banding tentang Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah ini mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
1.  Mengidentifikasi faktor-faktor pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui sistem kelembagaan.
2. Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi usaha kecil dan menengah.
3. Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komprehensif mempunyai sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
4.  Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
5.  Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di negara Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan self-report. Tempat penelitian adalah lembaga tinggi departemen Perdagangan dan Industri dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah. Lembaga-lembaga lain tersebut termasuk Kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC), Colombo Plan Staff College (CPSC), dan Technology University of Philippines (TUP). Subjek penelitiannya adalah narasumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi. Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan dengan Lembaga Pengelola UKM di antaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di Filipina di bawah Department of Trade and Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada di tingkat nasional dan regional. Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di Filipina, adalah para pengusaha atau entrepreneur, baik individual maupun kelompok warga negara Filipina yang memiliki ciri-ciri seperti berikut: pengusaha mikro mempunyai aset < P 1,500,001; pengusaha kecil mempunyai aset P 1,500,001 - P 15,000,000; dan pengusaha menengah mempunyai P 15,000,001- P 60,000,000.
Ada enam lembaga tinggi negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam kegiatan bisnis sebagai tempat pendaftaran dan yang akan
Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil dan menengah dilaksanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada di bawah tanggung jawab departemen perdagangan dan industri, departemen keuangan, anggaran dan manajemen, pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam, tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan publik dan jalan raya, pemerintah daerah dan ekonomi nasional dan otoritas pengembangan dan semua Bank Central Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi.
Contoh Metode Penelitian Deskriptif #2 : Studi Perkembangan (Developmental Study). Studi perkembangan atau developmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku. Sasaran penelitian perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel yang utamanya membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang diteliti. Studi perkembangan biasanya dilakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu, bertujuan guna menemukan perkembangan dimensi yang terjadi pada seorang responden. Dimensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, (CPSC), misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi terhadap perlakuan tertentu, dan a adalah perkembangan sosial anak. Studi perkembangan ini bisa dilakukan baik secara berhasrat cross-sectional atau longitudinal. Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan simultan menggunakan berbagai tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian dikomparasi atau dicari tingkat asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas dalam satu sekolah, kemudian dicermati secara intensif perkem¬bangannya secara kontinu dalam jangka waktu tertentu seperti 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian. 
Contoh Metode Penelitian Deskriptif #3 : Studi Kelanjutan (Follow-up Study). Studi kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa periode waktu tertentu memperoleh perlakuan, misalnya program pendidikan. Studi kelanjutan ini dilakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksternal, setelah subjek atau responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contohnya, Badan Akreditasi Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja, setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Output (keluaran) berkaitan dengan informasi hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran diselesaikan. Sedangkan yang dimaksud dengan data yang diambil dari outcome (hasil) biasanya menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang diteliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Contoh Metode Penelitian Deskriptif #4 : Studi Sosiometrik (Sociometric Study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antar-pribadi dalam suatu kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan seseorang terhadap orang lain dalam satu kelompok dapat ditentukan.
Prinsip teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah menanyakan pada masing¬-masing anggota kelompok yang diteliti untuk menentukan dengan siapa dia paling suka, untuk bekerja sama dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih 1 atau 3 orang dalam kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jawaban yang bervariasi. Dengan menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat menunjukkan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
"bintang" diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
"terisolasi" diberikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam kelompok,
"klik" diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam kelompoknya.
Di bidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel lain dalam kegiatan pendidikan.
Referensi :